Translated by Urip Hudiono.
|
——————————
|
|
Nisan
—untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
dan duka maha tuan bertakhta.
—Oktober 1942
|
Tombstone
—for grandma
Death was not what had smitten the soul
Your submission to all that came
Never had I known how far over dust
and grief was thy lord’s reign.
—October 1942
|
|
——————————
|
|
Tak sepadan
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros.
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.
—Februari 1943
|
Not on par
I think:
It will be like this
You’ll marry off, have children, be happy
while I wander on like that
of Ahasveros.
Cursed by Eros
I scale these blind walls
Not one door did open
So better we put out
This pyre
For you’ll be just fine
I to the bone shall char and burn.
—February 1943
|
|
——————————
|
|
Sia-sia
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan:
untukmu.
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
—Februari 1943
|
Futile
On that final day you came
With a bouquet in hand
Red roses, white jasmines
Blood, sacrosanct
That you scattered before me
With a look of certitude:
for you.
Then we both did ponder
Asking each other: what was this?
Love? We both knew not.
A day we were together. Not in touch with one another
Oh! My heart who would not give
Die thou alone.
—February 1943
|
|
——————————
|
|
Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
—Maret 1943
|
I
If my time should come
I’d like no one to entice me
Not even you
No need for those sobs and cries
I am but a wild animal
Cut from its kind
Though bullets pierce my skin
I’ll strike on, march forth
Wounds and poison I’ll take along
Along
Till the pang and pain should disappear
And I should care even less
I want to live another thousand years
—March 1943
|
|
——————————
|
|
Taman
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding
permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
—Maret 1943
|
The Garden
This garden of ours
is not of a vast, a mere recess
wherein one would not get lost.
For you and I: enough
Its flowers are not of many brilliant hues
Its grass not of
palace rugs
soft to the feet’s tread.
Yet none of these matter.
For
in this garden of ours
Thou art the blossom, I the bee
I the bee, thou the blossom
Petite, awash with sunlight is our garden
our recluse from the world, from man.
—March 1943
|
|
——————————
|
|
Lagu Biasa
Di teras rumah makan
kami kini berhadapan
Baru berkenalan. Cuma berpandangan
Sungguhpun samudra jiwa
sudah selam berselam
Masih saja berpandangan
Dalam lakon pertama
Orkes meningkah dengan “Carmen” pula.
Ia mengerling. Ia ketawa
Dan rumput kering terus menyala
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi
Darahku terhenti berlari
Ketika orkes memulai “Ave Maria”
Kuseret ia ke sana…
—Maret 1943
|
That Familiar Song
At the cafetaria,
face to face
Having just met. Exchanging but looks
Yet as if our souls had run
ocean deep.
Still in trance-like gazes
During the first act
The band too cajoled with “Carmen”.
She did glance. She did giggle.
And the hay kept catching aflame.
She spoke. In a seraphim-like pitch.
My blood stopped suspended.
And when the band began “Ave Maria”
I dragged her there…
—March 1943
|
|
——————————
|
|
…
…
|
…
…
|