Trashed at sea… *sigh*
2009.06.07 20:01
It happens with all the products that we use. We open the wrapper, consume what’s within, and then bin any leftovers.
We care less about what happens afterwards. As long as the garbage man takes out our trash somewhere else –out to a landfill perhaps. Out of our sight. Out of our minds.
…lest something goes awry with all that, and it all comes flying back to our nice and clean and tidy faces. And that’s just what’s happening:
The Great Pacific Garbage Patch.
Just learned about it recently. And it’s quite shocking. An area in the northern part of the Pacific Ocean, that turns out to act as a pool for all the garbage that happens to find its way out to sea. It’s collected and remains there by the ocean’s gyrating currents. It’s estimated to be at least as large as Texas, and may even be as wide across as North America.
It mostly consists of plastic trash, which is non-biodegradable. The plastic just gets broken down by sunlight into even smaller pieces, creating a soup of contaminating plastic particles reaching wide and deep into the ocean. Fish, seabirds and other marine life mistaken the floating plastic trash and particles for food, and perish. Or the contaminants end up in Earth’s food chain, which we all are a part of.
The picture above is an infographic of the Great Pacific Garbage Patch provided by Jacob Magraw-Mickelson at Good Magazine.
More information and references can be found at the GreatGarbagePatch.org site and Wikipedia. And here’s a video from National Geographic’s “Strange Days on Planet Earth” series:
So what can we do? These may sound cliché, but they’re the least we can do. Use less plastic products, more natural ones. Heck, consume less. Recycle. Reuse. Bin properly, if any.
Be aware that this Great Pacific Garbage Path is real and happening, and don’t deny or act like it’s not, just because it’s not happening in our own backyard. The Earth is our backyard. Heck, it’s our home. And it’s the only one we’ve got.
——-
Beginilah yang terjadi setiap kita pakai suatu produk. Buka bungkusnya, pakai isinya, buang sisanya.
Kita tak peduli setelahnya. Selama tukang sampah mengangkut sampah kita itu ke tempat lain –ke tempat pembuangan akhir, misalnya. Yang jauh, tak nampak oleh kita. Jauh, tak usah kita pikirkan lagi.
…sampai sesuatu yang salah ternyata terjadi dengan semua itu selama ini, dan akhirnya kembali menghantui kehidupan kita yang apik, bersih dan rapi. Dan memang itulah yang terjadi:
Tumpukan Besar Sampah di Lautan Pasifik.
Baru tahu soal ini belum lama. Dan benar-benar mengenaskan. Sebuah daerah di sebelah utara Lautan Pasifik, yang ternyata jadi tempat mengendap semua sampah yang kebetulan terbawa ke laut. Terkumpul dan terus tertambah di situ oleh putaran arus di Lautan Pasifik. Luasnya konon diperkirakan seluas Pulau Kalimantan, dan bisa jadi menyebar pada daerah selebar antara Sabang sampai Merauke.
Onggokan sampah itu kebanyakan sampah plastik, yang tak terurai di alam. Sampah plastik itu hanya merapuh kena sinar matahari jadi serpihan-serpihan yang makin kecil, jadi semacam larutan partikel plastik dan air laut yang mencemari dan menyebar kian lebar dan dalam ke lautan. Ikan, burung laut dan hewan laut lainnya menyangka partikel-partikel itu makanan, dan mati karenanya. Atau partikel-partikel dan bahan-bahan pencemar itu masuk ke rantai makanan alam, yang kita semua termasuk di dalamnya.
Gambar di atas adalah sebuah infografis dari Tumpukan Besar Sampah di Lautan Pasifik, dari Jacob Magraw-Mickelson di Good Magazine.
Informasi dan rujukan lain ada di situs GreatGarbagePatch.org dan Wikipedia. Dan berikut ini sebuah video dari serial National Geographic, “Strange Days on Planet Earth”:
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Berikut ini mungkin terdengar klise, tapi ini paling tidak yang bisa kita perbuat. Kurangi penggunaan produk-produk plastik, pakai yang lebih alami. Sekalian saja kurangi konsumsi kita akan produk-produk. Daur ulang. Pakai lagi. Selalu buang sampah –sesedikit mungkin dan jika ada bahkan– pada tempatnya.
Sadari bahwa Tumpukan Besar Sampah di Lautan Pasifik itu nyata dan memang terjadi, dan jangan lagi menyangkal atau menganggap itu tak ada, hanya karena terjadinya bukan di pekarangan rumah kita. Bumi ini pekarangan kita semua. Rumah kita semua malah. Dan satu-satunya rumah yang kita punya.
Related posts:

1 Comment on “Trashed at sea… *sigh*”
Jadi, mulai sekarang harus lebih concern sama lingkungan sekitar. Paling nggak, memilah sampah sendiri dan mengurangi sampah plastik. Urip, thanks buat artikelnya.
Leave a reply